"Sesuatu dibalik peristiwa"
Saat anda memandang orang lain sepertinya begitu enak kehidupannya, punya rumah, punya mobil, bisa jalan-jalan keluar negeri, bisa jalan bersama keluarga seakan yang terbayangkan dipikiran anda ‘wah hidupnya benar-benar enak...’ ,tetapi dibalik itu anda tak pernah menyangka orang lain juga sedang menilai anda demikian juga dan mungkin diam-diam orang yang anda pandang tadi begitu enak hidupnya sedang juga memandang kehidupan anda begit enak . Itulah kehidupan kita yang terkadang kita tidak mengerti saat kita memandang orang lain lebih bahagia dari kahidupan kita ternyata saat itu juga ada orang yang sedang menilai kehidupan kita begitu baik. Disinilah Tuhan bertindak adil tanpa kita sadari.
Setiap perjalanan kehidupan masing-masing kita punya jalan ceritanya sendiri, semua kita mengalami suka-duka yang berbeda-beda. Tahun 2004 saya mengawali tahun ini dengan kedua anak saya di rumah yang baru kami tempati, sebulan dua bulan berjalan sepertinya berjalan biasa-biasa saja. Saya ajak mama saya menemani kami di Palangkaraya, dengan kehadiran mama suasana rumah terasa nyaman. Setiap minggu mama mengajak anak-anak untuk ikut dalam persekutuan doa, saya hanya mengantar mereka ketempat ibadah sebab dipikiran saya bahwa saya cukup saja berdoa dirumah dan ibadah di gereja. Ternyata hal itu menjadi kepikiran mama, sehingga beberapa bulan kemudian mama pamit ke saya mau pulang dulu dan setelah di bandara mama berpesan “jaga baik anak-anak dan rajin beribadah, mama ada titip sesuatu di tempat tidur nanti kau ambil’ kata mama.
Setelah mama berangkat, karena penasaran saya cepat-cepat pulang untuk mengambil apa yang mama katakan tadi. Ternyata sebuah surat yang berisikan Nasehat dan beberapa ayat Firman Tuhan yang memotivasi dan menguatkan saya, satu hal yang saya simpan kalimat dalam surat berkata “apapun keadaan atau kondisi yang sedang kau jalani sekarang tetap berdoa, bersyukur dan rajin membaca Firman Tuhan,” yah mungkin kalimat ini sudah biasa sebagai nasehat orang tua kepada anaknya. Tetapi ada satu hal yang saya maknai dari maksud pesan ini bahwa tepat sebulan kemudian saya mulai diperhadapkan dengan persoalan rumah tangga saya.
Suatu malam saya tergerak untuk mengirim sms Firman Tuhan kepada suami saya, beberapa menit kemudian Hp-ku berdering bertuliskan “papi memanggil” saya cepat-cepat angkat dan betapa kagetnya saya saat itu mendengar
“siapa ini.!!” dan jelas itu suara perempuan.
Tentu saya langsung balik bertanya “ saya istri Melky, dan anda siapa,,?
“saya juga istri Melky” jawabnya menantang
“Oh ya ,, kalau begitu mana Melky” saya balik lagi bertanya
“Sudah pergi,,,! dia tidak mau bicara dengan anda, karena anda katanya orang gila yang sudah dia tinggalkan” jawab perempuan itu ketus
Mendengar itu saya tidak mau terpancing emosi saya untuk hal yang saya belum jelas, saya langsung matikan Hp saya, berkali-kali perempuan itu memanggil lewat Hp suami saya, saya tidak mau mengangkatnya, ada rasa syok ,kaget dengan keadaan yang kuhadapi saat itu. Kemudian Hp-ku berdering lagi tapi saat saya lihat ternyata nomor pemanggil yang tidak saya kenal, kuberanikan diri menerimanya dan ternyata itu suara suamiku diseberang sana seperti suara cemas ketakutan katanya
“mam..., jangan percaya itu orang gila..!?”
“tidak ada orang gila yang bicara jelas ditelepon..!?” jawabku tegas
“benar itu orang gila,, dia ambil Hp saya,,!! Makanya saya telepon dari wartel aja” kata suamiku tegas untuk meyakinkan saya
“Yang ada mungkin orang yang tergila-gila padamu..!!” jawabku
“Pokoknya jangan percaya mam.. itu orang gila..!!” jawab suamiku gugup dan langsung mematikan teleponnya.
Malam itu saya agak telat tidur, karena memikirkan kejadian yang baru saya alami cemas, kesal, marah sudah tentu tapi saya bisa mengendalikan itu, sebab saya berpikir bahwa belum tentu mereka memikirkan saya untuk apa saya harus menyiksa diri untuk berpikir sendirian yang ada nanti jadi gila beneran. Saya hanya bisa berdoa Tuhan menguatkan saya dan memberi petunjuk yang benar buat saya lakukan.
Sejak suami saya bertugas awal 2001 sampai 2004 dikembalikan bertugas di Ambon, dia hanya selalu bercerita bahwa situasi di Ambon tidak aman sering terjadi baku tembak, dia juga hanya tinggal di mess perwira di belakang Polda katanya. Mendengar itu saya berpikir mungkin itu sebabnya suami saya tidak pernah mengajak saya dan anak-anak pergi ke Ambon, sehingga saya tidak mempermasalahkan keadaan kita yang terpisah. Setelah kejadian semalam, keesokan harinya suami saya menelpon pakai Hp-nya, saya agak ragu untuk menerimanya. Setelah saya terima, ternyata diujung telepon suara suamiku, katanya
”mam,,, nanti minggu depan hari senin ada pertemuan/seminar di Jakarta 2 hari nanti papi langsung ke Palangka raya” dan dia tidak menyinggung lagi persoalan semalam.u
"Oh ya" jawabku pendek,
Saat itu dalam hati saya berkata 'tepat sekali', karena minggu depan itu ada libur sekolah anak-anak selama dua minggu dan sejak semalam saya sudah berniat untuk melihat keadaan suami saya di Ambon. Pikir saya ya sudah nanti kita ketemu di Jakarta saja baru ke Ambon.
Kehidupan memang terkadang kita tak pernah mengerti bahwa segala sesuatu diperkenankan Tuhan terjadi dalam hidup kita karena dibalik semua yng terjadi ada maksud yang terkandung di balik itu sebab Tuhan sangat mengasihi kita.
No comments:
Post a Comment