"Memberi Kasih dalam ketulusan"
kita tidak mungkin dapat mengasihi orang lain sebelum kita mengasihi Tuhan. Hanya DIAlah yang dapat memenuhi kita dengan Kasih yang sejati bagi orang lain.
"Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada Kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan Kasih persudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu" 1 Petrus 1 :22
Agape bukan hanya membebaskan kita untuk menjadi diri kita sendiri, namun juga membebaskan orang-orang yang kita kasihi untuk menjadi diri mereka sepenuhnya. Seluruh hubungan kita akan sangat indah bila kita saling mengasihi seperti ini. "HENDAKLAH KASIH ITU JANGAN PURA-PURA!" Roma 12:9
Memiliki buah hati tentu bagi setiap kita adalah suatu karunia yang terindah dalam hidup. Demikian satu kebahagiaan tersendiri saat saya sudah dikaruniai anak pertama pada tanggal 9 Januari 1992, seorang anak laki-laki yang pada waktu itu saya dan suami sepakat memberi nama Mikhael Robert yang artinya seorang anak yang diberkati dan menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Mikhael bertumbuh menjadi seorang anak yang lucu, pinter sejak usia 8 bulan Mikhael sudah dapat menyebutkan ooopa..pa, oopapa. Suatu malam dia ngoceh terus, saya berpikir anak ini pinter dan aktif sudah bisa ngoceh seperti ini. Ternyata bukan suatu kebetulan pagi hari sekali saya dapat telepon bahwa papa saya meninggal, saya langsung berpikir bahwa celotehnya anakku Mikhael semalam ternyata nyebut opa-nya. Hari itu juga saya langsung menghubungi travel penerbangan untuk pulang keManado, tapi karena penerbangan pesawat di Palangkaraya pada waktu itu hanya sekali sehari jadi saya harus menunggu jadwal besok harinya, dan harus nginap semalam di Balikpapan.
Semenjak saya berangkat mengikuti suami ke Palangkaraya saya tidak pernah pulang ke Manado, saya cuma bisa menghubungi orang tua lewat telepon. Saya langsung teringat terakhir kali papa peluk saya dan menangis waktu papa dan keluarga ngantar saya mau berangkat mengikuti suami 2 tahun sebelum papa meninggal. Yaah sering kali. memang hidup ini kita tidak mengerti mengapa kita mengalami ini dan itu, tapi ternyata dibalik semua itu Tuhan selalu mengingatkan kita bahwa DIA tidak pernah membiarkan kita, Tuhan sangat mengasihi kita.
Seiring berjalannya waktu, maka 4 tahun sudah saya berada di Palangkaraya dan kehidupan rumah tanggaku diberkati, kami sudah bisa beli mobil dan dengan uang tabungan yang ada saya kelola untuk mempersiapkan suami untuk melanjutkan studynya mengambil specialis. Tahun 1994 suami saya di izinkan untuk sekolah specialis, sehingga kami berdua harus mempersiakan semua rencana kami kedepan. Suamiku mendapat rekomendasi untuk dapat melanjutkan studynya di kedokteran UNSRAT Manado, sehingga kami berdua mengambil keputusan untuk beli rumah di Manado, mengingat nanti kita akan lama tinggal disana dan dengan uang tabungan yang ada kami kelola untuk keperluan sekolah dan beli rumah di Manado.
Pertengahan 1994 saya harus duluan ke Manado, karena saya rencana melahirkan anak kedua di Manado dan sekaligus menyiapkan rumah yang kami beli untuk kami tempati diManado karena awal tahun 1995 suamiku memulai study specialisnya. Tanggal 18 Oktober 1994, lahirlah anak kami yang kedua, seorang putri yang cantik saya beri nama Prayzilia Olivia yang artinya anak yang rajin berdoa dan selalu bersinar, saat mlahirkan anak kedua itu suamiku tak ada disampingku karena harus ikut tes specialis.
Awal tahun 1995 kami menempati rumah di Manado, karena baru selesai di renovasi. Kami memulai kembali kehidupan yang baru, bersama anak-anak dengan bersyukur kami boleh bersama menata kehidupan keluarga dengan berkat yang Tuhan sudah anugerahkan. Mobil yang di palangkaraya kami jual untuk membeli mobil mikrolet atau angkutan kota di Manado, mengingat bahwa selama suami saya sekolah kami hanya bisa berharap dari gaji kami berdua sehingga dengan adanya taxi/angkutan kota dapat membantu kebutuhan kami. Seiring berjalannya waktu kebutuhan sekolah suami dan keluarga semakin banyak, sehingga terkadang kalau hari libur suami saya turun tangan untuk menjadi sopir taxi, demikian juga saya menjadi sopir taxi mengingat waktu sekitar pukul 17.00 sampai 19.00 banyak sekali penumpang dan mobil taxi itu sudah masuk di rumah pukul 17.00. sehingga gantian saya yang keluar jadi sopir taxi sampai pukul 19.00. sungguh tugas yang penuh tantangan karena saya harus menyamar seperti kayaknya laki-laki, dengan jaket kulit dan topi dikepala sedikit mengelabui penumpang, mereka tinggal kaget waktu dengar suaraku. Hehehe
Hidup memang pilihan, apakah kita mau jadi lebih baik atau kita hanya mau pasrah saja dengan keadaan. Tapi dengan proses kehidupan dalam keluarga setiap kita pasti punya tanggung jawab masing-masing. Apakah kita saling bantu membantu untuk bekerjasama meraih apa yang kita inginkan bersama terjadi dalam hidup kita. Hari berganti bulan, demikian berganti tahun, pada tahun ke-3 kehidupan keluarga sudah mulai mapan kembali karena suamiku disamping sekolah dia boleh buka praktek di rumah. Anak-anak bertumbuh dan sudah mulai masuk sekolah, saya bersyukur anak-anak bertumbuh sangat cerdas mulai dari TK nol kecil sudah kelihatan mereka sangat aktif dan kreatif bertumbuh dengan kecerdasan yang Tuhan anugerahkan. sehingga waktu masih Tk si Mikhael sudah bisa mengumpulkan beberapa piala/trohpy di rumah dan penghargaan dari sekolah demikian juga Prayzilia.Mereka berdua sangat disenangi teman-temannya baik di sekolah maupun dilingkungan/ kompleks rumah kami. Saya sendiri heran mereka bisa berteman dengan anak-anak yang usia TK sampai kelas 6 SD. Rumah kami kalau hari libur menjadi tempat untuk anak-anak berkumpul, mereka bernyanyi dengan gerak dan tari yang mereka ikuti dari lagu tape recorder yang diputar. Pada waktu itu lagi ngetopnya lagu gerak dan tari dari Sherina yang masih kecil waktu itu. Tak kalah serunya lagi mereka bisa mengikuti gerak dan tari dari lagu India bahkan lagunya mereka hafal. Dalam hatiku sungguh anak-anak ini sangat cerdas dan kreatif.
Perjalanan bahtera rumah tangga saya, tidak semulus yang dilihat orang. Selama suami saya sekolah specialis banyak kerikil-kerikil yang terjadi dalam keluargaku. mulai ada persoalan-persoalan kecil timbul manakala suamiku sudah mulai pulang agak larut malam, hingga suatu saat saya tidak tahan lagi, saya mengeluh pada kedua mertua saya yang pada waktu itu tinggal di rumah bersama kami, sehingga suatu malam kami berdua kumpul bersama kedua mertuaku atas inisiatif saya untuk membicarakan hal-hal yang sangat penting dalam keluargaku. Yah keputusannya semua ada sama suami saya, dan dia meyakinkan saya dengan semua alasan yang sudah dia sampaikan. Satu hal yang saya selalu simpan perkataan mama dan papa mertua, agar saya harus tetap sabar dan tabah. Mereka selalu bilang "untung, mami Mikhael orangnya sabar" jadi kami tidak kawatir. saya katakan ke mama dan papa mertua " ma ... pa..., apa yang kita dengar jika itu sangat menyakitkan jangan simpan dihati, tapi dengar dari telinga kiri dan keluarkan ditelinga kanan" kemudian mereka mengiyakan apa yang saya katakan. Karena mereka tahu bahwa anaknya Melky sangat keras orangnya.
No comments:
Post a Comment