21 tahun perkawinan telah berlalu,
seperti tahun yang tlah berlalu, semua seakan tertelan waktu
sudah 3 thn lebih kita tak bersama lagi,,
Seakan jawaban diantara kita tak ada lagi arti dan rasa
semua telah hilang,,
kusadar bahwa hati tak mungkin dipaksakan,,
sebab hati tak pernah berbohong,,
hingga kuyakinkan diriku bahwa kau telah memilih hidupmu
Untuk TIDAK MENCINTAIKU LAGI,
namun kau tetap memperhatikanku,,dengan mencintai anak-anak,
Sebab anak-anak tak mungkin terpisah dari kita.
selama tahun-tahun berlalu,
keterpisahan-pun tak dapat ditolak,, TAPI TIDAK untuk KATA "CERAI"
Sebab saya pegang teguh "janji pernikahan, dan pesan orang tua bahwa, apapun yang terjadi dalam keluargamu jangan pernah ada kata cerai keluar dari mulutmu"
sejak awal kita menikah, hingga hari HUT perkawinan 30 Desember 2010 yg ke-21 rentang jarak terus memisahkan kita,,
kuakui ,, pertama kali aku menerima lamaran-mu, karena aku menghargai bagaimana kau selalu meyakinkan diriku akan kesungguhan-mu,, bahwa dirimu tak ingin lepas dariku, dengan gigih kau meyakinkanku hingga tiga kali ditolak kedua orangtuaku,,,kau tetap bertahan memilihku, seakan kau tak ingin kehilanganku. Hingga jarak dan tugas memisahkan kita, dari jauh kau selalu menghubungiku dan meyakinkanku hingga suatu saat,, untuk yang keempat kali kau meminta kepada orang tuaku, mohon izin dapat menikah denganku. Akhirnya orang tuaku menyetujui dengan satu perjanjian. "aku harus selesai sekolah, dan harus kerja setelah kuliah"
Sejak awal pacaran sampai kita menikah, kau sangat pencemburu,, hingga tahun-tahun berikutnya anak-anak lahir, ku tak mengerti apa maksud kecemburuan-mu, aku selalu setia menunggu, aku selalu berusaha untuk sabar, tabah melalui perjalan perkawinan ini.., meskipun banyak masalah yang terjadi.
Permasalahan yang kuhadapi, kucoba jalani bersama anak-anakku. Karena kutahu,, ternyata cinta bukan saat, kita terlalu yakin dengan apa yang kita lihat, tapi dari apa yang kita rasakan di hati,,, karena menghargai itu juga bukan suatu jaminan kita boleh menerima cinta begitu saja tanpa melihat dari kesungguhan hati. Sehingga aku merasa sepertinya tak ada cinta lagi yang dapat kupercaya. my live story book, part-1
No comments:
Post a Comment