Telah lama waktu berlalu sejak pertemuan terakhir dengannya, namun tidak pernah hilang dari ingatan betapa mempesonanya dia. Tatapan matanya yang lembut, senyum serta tawanya itu, aduuuhhhh!!!
Setiap gerak geriknya masih terus membayang di pelupuk mata. Bagaimana dia mengelus perutnya, menggaruk rambutnya, dan memangku tangannya di atas meja untuk menopang dagunya. Bagaimana juga merekah hidung dan bibirnya bila sedang gembira dan atau sedang ada sesuatu yang lucu. Tidak lupa juga bagaimana caranya dia berusaha untuk menjaga citra dirinya di hadapan yang lain. Ah!!!
Kisah dan cerita yang diuraikannya, duh, benar-benar, deh!!! Benar-benar membuat saya jadi semakin hanyut dan larut dengan dirinya. Entah karena saya sedang jatuh cinta atau memang karena memang saya suka, tetapi sepertinya memang karena saya suka. Bagi saya, dunianya penuh dengan misteri dan amat sangat jauh berbeda dengan apa yang selama ini saya jalani dan dapatkan dalam kehidupan.
Ada banyak peristiwa yang sudah kami lewati bersama, suka dan juga duka. Meskipun dia tidak di sisi selalu, tetapi saya merasa dia selalu ada. Dia menjadi tempat saya untuk melamun dan juga berkhayal. Dia baik hati sekali dan sangat lembut.
Ya, meskipun saya sadar bahwa ada banyak sekali batas dan keterbatasan di antara saya dan dia, yang juga membuat saya tidak mau bermimpi terlalu jauh, namun rasa itu tidak bisa dipungkiri. Saya senang dan merasa bahagia dengan kehadiran dan keberadaannya di hati saya. Saya ingin cinta itu ada dan ada selalu. Toh, cinta tidak selalu harus bersama bukan?! Saya sangat menikmatinya dan itu yang penting menurut saya.
Saya juga tidak ingin apa-apa darinya. Saya hanya cinta dia saja. Tidak perlu harus ada alasan yang lain. Cinta, ya, cinta!
Sekarang ini saya sedang amat sangat merindukannya. Saya ingin sekali berjumpa dengannya. Ingin menyentuh dan membelai wajahnya. Memeluknya erat-erat dan menciumnya tiada henti. Ya, saya rindu bercinta dengannya.
Yang lebih lagi saya rindukan adalah untaian kata-katanya yang indah dan menawan itu. Dia pernah berkata, “Aku rindu setengah mati kepadamu. Sungguh kuingin kau tahu.” Sekarang?! Saya tidak mau berharap. Biarlah saya saja yang merasakannya. ”
Tidak mudah menjalani sebuah hubungan jarak jauh apalagi bila memang tidak ada kepastian. Pikiran negatif bisa saja muncul dan membuat hati menjadi gelisah. Cemburu dan praduga mudah sekali muncul. Namun, untuk apa sampai demikian?! Semua yang terjadi adalah kita sendiri yang membuatnya juga. Semua ada di dalam pikiran kita sendiri. Lebih baik berikan saja yang terbaik untuknya yang bisa diberikan. Di dalam cinta seharusnya tidak perlu sampai harus ada duka yang berlarut.
Bercinta lewat kata-kata bukan berarti hanya sekedar kata bila memang itu dilakukan dengan penuh cinta dan juga sepenuh hati. Setiap kata menjadi sangat berarti dan selalu meresap ke dalam sanubari. Tidak mudah untuk dilupakan dan tidak perlu juga dihilangkan. Menjadi bagian dalam proses dan juga perjalanan dalam bercinta.
Suka dan duka itu pun bisa tetap dijalani bersama bila sama-sama juga mau saling terbuka dan saling berbagi. Tidak perlu takut untuk melakukannya karena ini merupakan salah satu cara juga untuk bisa lebih saling mengenal satu dengan yang lainnya. Menjaga juga kedekatan dan keakraban serta rasa cinta itu sendiri. Bilapun memang tidak ditakdirkan untuk bersama selamanya, memiliki rasa cinta itu tetaplah luar biasa indahnya.
Cinta itu ada dan ada selalu. Begitu juga dengan rindu yang selalu mengiringinya. Jalani dan nikmatilah.
Salam hangat penuh cinta selalu,
No comments:
Post a Comment