Monday, November 29, 2010

"PENGAMPUNAN"

Pagi ini saya dapat pelajaran yang sangat berharga, dari renungan pagi dalam Matius 18:21-35 soal Perumpamaan tentang Pengampunan,

"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? sampai tujuh kali?"

Yesus berkata : "Bukan! Aku berkata kepadamu. Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Seumpama,,,,

Perumpamaan tentang seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan, diperhadapkanlah kepadanya seorang hamba yang berhutang 10 ribu talenta. tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak istrinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

Maka sujudlah hamba itu menyembah dia dan berkata. Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh BELAS KASIHAN akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya 100 dinar kepadanya, ia menangkap dan mencekik kawannya itu katanya: "Bayar hutangmu!"

maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu kedalam penjara. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada raja.

Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata:

" Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku, bukankah engkaupun harus MENGASIHANI kawanmu seperti aku telah mengasihani kamu?"

maka marahlah raja itu, dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Sebab hal kerajaan sorga seumpama seorang raja dalam hal pengampunan.

Maka bapaKU yang disorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu. Apabila kamu masing2 tidak mengampuni dengan segenap hati.

Bukan soal sesuatu yang benar atau salah….. juga bukan mengenai siapa yang salah atau siapa yang benar… permasalahanya ini tentang kesadaran,,,,, menyadari sebuah fenomena yang ada pada orang lain, yang dimulai dengan menyadari tentang fenomena terhadap diri sendiri… Inilah fenomena yang sering kita temukan dalam kehidupan,,, mata kita selalu tertuju pada fenomena orang lain,,,,, atau sering memvonis atau menghakimi semau kita ,,, bahkan telunjuk kita menunjuk keorang lain,,, tanpa kita sadari empat jari yang lain menunjuk pada diri kita sendiri.

Bukan hanya sekedar ego yang yang membutakan,,,, amarah serta hasrat yang menjerumuskan…. Tapi.... pahamilah bahwa sesungguhnya sebelum engkau mengkritik dan mengkoreksi orang lain, periksalah diri sendiri untuk dikritik dan koreksilah untuk diluruskan…. dan jika kau dapati engkau masih salah jangan sekali – kali engkau menyalahkan orang lain…..!!!!


No comments:

Post a Comment