Saturday, February 5, 2011

"UKURAN KESETIAAN"


"Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau;
sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi,
dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam:
bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku" (Rut 1:16)

"Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang."
Inilah sebuah ungkapan yang menyatakan ketidaksetiaan,
dan kebanyakan orang tidak sadar akan hal itu,
Tak mudah memang untuk setia,
karena kesetiaan tidak hanya untuk diucapkan, tetapi perlu dibuktikan.

zwani.com myspace graphic comments
Ada 3 penguji kesetiaan.
  • Pertama, waktu...., Seberapa lama kita bisa setia?..., menunggu adalah hal yang paling sulit kita lakukan, tapi pernahkah anda bayangkan saat waktu berlalu dan tak terasa anda telah menemukan apa yang anda tunggu, bagaimana persaaan anda..? "Tuhan buat semua indah pada waktunya"
  • Kedua, jarak....., Kita bisa setia saat dekat, tetapi bagaimana jika kita terpisah jauh? disini kita diukur kemurnian cinta kita. sebab walau jarak memisahkan kita, tapi jika hati kita selalu dekat. maka kerinduan akan selalu mendekatkan hubungan kita, "aku selalu merindukanmu"
  • Ketiga, keadaan....., Kalau lagi senang kita akan setia, tetapi bagaimana jika dalam keadaan yang sulit?...., keadaan atau kondisi hati, adalah sumber kita setia atau tidak. karna jika hati kita bersih atau murni maka pasti hati kita akan dihiasi dengan KASIH dan ketulusan untuk selalu mencintai.

Rut adalah contoh seorang yang setia.
Waktu Naomi dan keluarganya baru datang ke Moab, mereka adalah keluarga yang memiliki harta, dan salah satu anak Naomi menikah dengan Rut. Jadi, boleh dikatakan Rut menikah dengan anak dari keluarga yang lumayan berada..., Alkitab tidak menyebut berapa banyak kekayaan Naomi, tetapi ada pernyataan bahwa Naomi "pergi dengan tangan penuh" (Rut 1:21a). Akan tetapi, setelah Elimelekh (suami Naomi) dan kedua anaknya meninggal dunia, Naomi jatuh miskin, "tetapi dengan tangan kosong Tuhan memulangkan aku". Di sinilah kesetiaan Rut diuji dan ia berhasil, dalam ayat 16 Rut tidak meninggalkan Naomi dalam "kekosongannya"


Mudah sekali untuk setia kepada orang yang banyak harta benda dan tinggi kedudukan. Sebaliknya, sulit sekali untuk setia kepada orang yang sedang jatuh atau tidak punya apa-apa lagi. Rut bisa tetap setia karena dasar kesetiaannya adalah kasih, bukan harta. Oleh sebab itu, jikalau kita mau menjadi orang yang setia, baik kepada istri atau suami, dalam pelayanan, bahkan kepada Tuhan, kita harus mengubah dasar kesetiaan kita.
Biarlah KASIH yang selalu menjadi alasan mengapa kita setia.


JANGAN BIARKAN KESETIAAN KITA DIUKUR DENGAN HARTA TETAPI TENTUKANLAH KESETIAAN KITA DENGAN UKURAN "KASIH"

No comments:

Post a Comment