Tuesday, January 25, 2011

"HAL YANG PALING KECIL"


Jika kita selalu melihat kegagalan disebabkan oleh orang lain dan terus mencari alasan atau pembenaran atas kegagalan, maka perjalanan sukses kita akan semakin berat.

Tak ada jalan rata menuju sukses, setiap saat kesulitan dan rintangan datang menghadang.
apakah itu datangnya dari diri sendiri atau dari orang lain.
Jadilah pemenang untuk menyingkirkan semua halangan dan rintangan dengan selalu berpikir positif atau yang baik sehingga apa yang baik itu yang kau raih.

BLokir semua hal yang negatif/buruk dan di hapuskan dalam kehidupan anda...

Mulai lah melakukan dari hal positif yang kecil atau sepele, maka keberhasilan yang besar akan kita raih.

Sepenggal kisah seorang wanita, semoga dapat memotivasi anda ;
“Ia meninggalkan Warisan Iman bagi saya, perkataannya menjadi kekuatan saya,”

demikian penuturan ibu Mience Honandar saat mengenang almarhumah suami Bpk. Hendro Rivaldy Honandar. Satu bulan setelah mengikuti pembinaan Wanita Bijak, ia ditinggal oleh suami untuk selamanya. Apakah yang membuat ia tetap tegar, mari simak kisah terobosan yang ia alami.

Setelah suami mengikuti pembinaan Pria Sejati, beliau mendorong saya untuk ikut dalam pembinaan Wanita Bijak, sampai akhirnya saya mengikuti pembinaan Wanita Bijak Injili Jakarta pada bulan Juli 2007. Dimata saya, ia adalah suami yang baik. Ia menjadi imam dalam keluarga, ia selalu mengajak anak-anak untuk berdoa setiap malam sekalipun ia bukanlah pribadi yang pandai berdoa. Lewat pembinaan Wanita Bijak, saya melihat banyak hal-hal kecil yang saya lakukan bagi suami, ternyata sangat berarti. Hal-hal yang sepertinya “sepele”, ternyata memberi dampak besar. Misalnya : seharusnya setiap suami pulang kantor, harusnya saya melayani, namun saya suka gagal melakukan karena sudah emosi lebih dulu. Saya ini termasuk ibu yang rapuh, kalau anak saya sakit semua orang di rumah saya bisa ikut-ikutan panik. Tapi sekarang, saya banyak belajar untuk memegang janji-janji Tuhan.

Semenjak suami meninggal, saya sebenarnya cuma tahu sebagai ibu rumah tangga, sekarang saya harus belajar menjadi ayah, istri, ibu, dsb, sekarang saya belajar mandiri. Kata-kata suami menjadi kekuatan buat saya, ia selalu mengingatkan untuk selalu mengingat Tuhan baik dikala susah maupun dikala senang. Tuhan mengirimkan teman-teman untuk menguatkan saya senantiasa. Untuk terlibat sebagai fasilitator dan panitia dalam pembinaan WB Manado perdana ini, adalah akibat dorongan ibu gembala yang senantiasa mendoakan dan menguatkan saya.

Pesan saya untuk para istri, layanilah suami dengan sabar dan setia. Hargai pelayanan saudari sebagai seorang istri dan ibu, pergunakan waktu yang ada untuk melayani Tuhan dan keluarga dengan sepenuh hati.

No comments:

Post a Comment