Kita sebaiknya tidak melihat suatu keadaan dari
segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Tidak pernah berpikir
buruk tentang orang lain; sebaliknya, mencoba membayangkan hal-hal
baik dibalik perbuatan buruk orang lain.
Kalau kita berpikir positif tentang suatu
keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi
positif.
Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun
akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas,
akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali
kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.
Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy
atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.
Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak
mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak
jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal
suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.
Milikilah pola pikir adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang
baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar
dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak
akan berprasangka buruk tentang orang lain.
Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.
Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan
untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi
hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita
berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang
mencoba membujuk,"
atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari
pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah
curiga. Kita menjadi tidak bahagia.
Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah
itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun
ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."
Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.
* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak
kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai
kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata
yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa
curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup
kita damai.
Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik.
Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain.
Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.
hangat.
Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan
menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah.
...Yakinlah ada dapat melakukannya....
Tuhan Memberkati
"Kita sebaiknya tidak melihat suatu keadaan dari
ReplyDeletesegi buruk, melainkan justru dari segi baik. Tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.
Kalau kita berpikir positif tentang suatu
keadaan atau seseorang, hasilnya betul-betul menjadi positif".
"BENAR SEKALI" dan mi "SETUJU" karena itu yang Tuhan mau dari kita.
tanpa maksud menggurui dan membanggakan diri, belajar dari kerasnya hidup, mi sll berusaha berpikir positif kalau tidak mungkin sudah lama bubar dan berantakan hidup ini. mungkin tak akan pernah kenal Lieve dan mencintai Lieve sampai saat ini. itulah sebabnya mi pernah tulis bahwa Tuhan melihat Hati kita bukan apa yg dilihat manusia. karena TIDAK ADA SATUPUN YANG TERSEMBUNYI DI MATA TUHAN.