Satu kali Yesus menegur para muridnya pada satu wilayah yang mungkin juga menjadi wilayah dimana kita sering bergumul dan mengalami permasalahan. Wilayah itu adalah IMAN kita. " Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: " Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang ? " Matius 14:31. Teguran ini diberikan kepada Petrus yang baru saja berjalan di atas air dan mulai merasa akan tenggelam.
Dalam banyak kesempatan Yesus selalu mengingatkan para muridNya tentang pentingnya Iman itu. Perhatikan kalimat-kalimat dibawah ini : " ... Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu aka terjadi baginya." Markus 11:22-23. " ... Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata gunung ini : Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." Matius 17:20.
Mengapa iman itu perlu? Dalam beberapa renungan yang lalu, saya banyak menjelaskan tentang hidup yang beriman, sampai satu kali waktu dalam sebuah persiapan khotbah saya memperhatikan satu kalimat yang ditulis Rasul Paulus untuk jemaat di Roma. Kalimat itu berbunyi : " Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidak percayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Kata-kata ini, yaitu " hal itu diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita..." Roma 4:20-24. Kata " diperhitungkan " menarik saya untuk menyelidiki dan menggalinya, karena saya percaya ada sesuatu yang ingin Tuhan sampaikan kepada kita dalam menjalani hidup beriman itu sendiri.
Banyak dari kita mungkin menggunakan iman, sekedar alat dalam meminta sesuatu kepada Tuhan. Saya rasa hal ini tidak salah, karena iman kita adalah channel yang Tuhan gunakan untuk kita pakai dalam mengajukan permohonan kepada Dia. Tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Tuhan. Iman kita membawa kita kepada pemahaman akan adanya Tuhan yang berkuasa atas hidup ini. Tapi yang menjadi pertanyaan kita selanjutnya, apakah iman kita sekedar hanya sampai disitu mentoknya? Ternyata tidak. Rasul Paulus menjelaskan bahwa iman kita harusnya diperhitungkan. Dengan kata lain iman yang kita pegang,bawa dan hidupi, harusnya iman yang Tuhan perhitungkan.
Kata diperhitungkan dalam kosa kata Yunani mengandung pengertian ; sesuatu yang di hargai, di Value atau bisa juga berarti ada bersama dalam satu pemikiran. Untuk iman kita bisa dihargai oleh Tuhan ada hal yang menarik untuk kita pelajari dan dapat jadikan teladan dari hidup Abraham ini.
Pertama, iman kita yang kita percayai sebenarnya akan menghasilkan sesuatu yang unik. Dan hanya kita yang tahu apa itu keunikannya. Perhatikan kata " MELAKSANAKAN " dalam kalimat : " dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan." ( Roma 4:21 ), kata melaksanakan berarti menghasilkan sesuatu yang tersendiri, atau spesial atau dengan bahasa sehari-hari sesuatu yang unik. Waktu Abraham bertahan dalam imannya untuk mempercayai Tuhan akan memberinya anak dalam usia yang tidak mungkin maka hasil kepercayaan atau iman Abraham ini adalah sesuatu yang spesial. Dan Tuhan memperhitungkan atau menghargai hal ini.
Bayangkan jika selama ini anda mempercayai Tuhan entah untuk karir , masa depan atau apa saja dan anda tetap bertahan, hasil dari iman anda adalah sesuatu yang unik. Kenapa? karena anda yang terlibat didalamnya. Daya tahan, airmata dan usaha anda untuk tetap mengimani apa yang anda imani, Tuhan perhitungkan. Saya semakin menyadari bukan hasil iman kita yang membentuk hidup kita, serta mendapat penghargaan Tuhan, tapi lebih kepada proses yang kita jalani dalam beriman itu. Banyak orang, sekali lagi tidak menyukai proses, tapi justru dalam proses itu, Tuhan memberikan penghargaan. Itulah sebabnya waktu kita beriman, kita harus bertahan dan yang ini yang saya mau katakan: Iman Kita harus besar. Mungkin kita tidak berani, tapi mengapa kita harus takut beriman yang besar. Besar itu tergantung anda. Jika iman kita hanya pada hal-hal yang ordinari maka orang yang tidak percaya kepada Tuhanpun, bisa melakukannya. Anda beriman kepada Tuhan yang besar, jadi jangan mengecilkan Tuhan yang besar itu. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengatakan dalam ayat 24 dari Roma pasal 4 itu : "...sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati." Wow, menantang bukan? Maukah anda menerima tantangan ini ? beriman untuk diperhitungkan Tuhan dan bukan hanya beriman untuk menerima jawaban ?
Kedua, iman yang diperhitungkan Tuhan adalah iman yang Tuhan lihat dari kita, yaitu iman yang didasari dari ketidak adanya dasar. Aneh juga, tapi kalau kita perhatikan kalimat dalam Roma 4:18, kita akan paham , " sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa..." jika kita beriman berdasar pada sesuatu yang kita yakini sudah ada maka, orang yang tidak tahu akan hidup beriman dan tidak kenal Tuhanpun bisa melakukannya. Jika kita beriman pada Tuhan dan melihat hanya Tuhan yang bisa melaksanakan apa yang Dia janjikan, maka iman kita itu berdasar pada Dia dan tidak berdasar pada kita. Dasar yang Abraham pakai tidak ada, yang dilihat dari dirinya tidak mungkin dan tidak ada dasar sama sekali. Jadi bagaimana dengan anda? Termotivasi untuk iman anda menjadi sesuatu yang dihargai dan di value oleh Tuhan?
Saudara, dalam banyak tulisan di renungan ini, hal iman adalah hal yang menarik, mengapa ? Karena saya belajar bahwa orang yang beriman harus hidup dari imannya. Iman kita akan menghasilkan sesuatu yang unik dan berbeda dengan iman orang lain. Saya mau iman saya menghasilkan penghargaan dari Tuhan. Bagaimana dengan anda, apakah iman anda mau diperhitungkan Tuhan? Tetap teguh dalam iman anda dan jangan pernah goyah. Tuhan mencari orang-orang yang demikian, saya percaya orang itu adalah anda. Selamat beriman yang diperhitungkan Tuhan.
Thank's LORD
ReplyDeleteajar aku Tuhan.., melihat orang lain sebagaimana Engkau melihat mereka dan mengasihi mereka.
aku tahu aku lemah tapi dalam kelemahanku aku dikuatkan dan dipegang oleh tanganMU yang kuat.
trimakasih aku boleh mengenal orang yang aku cintai ini. Berkati dia menjadi berkat bagi keluarganya dan banyak orang, lewat talenta dan karunia yang Tuhan anugerahkan baginya,..AMIN !!