Wednesday, September 23, 2009

"Mencoba Memahami Pekerjaan Tuhan"
Ditulis oleh FFJ M
Thursday, 27 August 2009
14.jpg

Didalam tulisannya Raja Salomo menyimpulkan bahwa adalah hal yang sangat sulit untuk memahami pekerjaan Tuhan.

" Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia, tanpa mengantuk siang malam, maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak dapat menyelaminya. Walaupun orang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya." Pengkhotbah 8:16-17. Kita sadar ada banyak realita dimuka kita yang menjadi bahan perdebatan, diskusi dan pertanyaan yang dapat diajukan manusia sepanjang sejarah dunia ini ada. Tapi satu hal yang pasti kata orang paling bijak dimuka bumi yang pernah hidup yaitu Raja Salomo bahwa kita tidak bisa menyelami segala pekerjaan Allah itu.

Pernyataan Raja ini membawa saya ke beberapa hal menarik, yaitu:

icon78.jpgicon09.gificon01.gif

Pertama, Tuhan itu adalah penguasa tunggal dalam hidup kita. Kita bukan penguasa dari kehidupan ini. Kita tidak bisa menentukan apa yang akan terjadi besok, minggu depan, tahun depan. Kedaulatan Tuhan ada pada hidup kita. Surat Yakobus mengatakan demikian: " ..., hai kamu yang berkata:" Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu?... Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Yakobus 4:13-15.

Mungkin yang menjadi pertanyaan kalau begitu dimana free will manusia? Saya menyadari manusia sekarang berlomba untuk mengedepankan hak pribadinya terlebih dahulu. Tidak salah kita mengajukan hal ini. Cuma yang menjadi masalah, kita tidak pernah meminta kedaulatan Tuhan terjadi dalam hidup kita. Ketika kita menyerahkan hak kita kepada Tuhan untuk diganti dengan kedaulatanNya, maka cara kita melihat hidup ini jadi berbeda. Bukan juga kita menjadi manusia yang pesimis tapi justru kita menjadi manusia yang bijak. Dalam banyak kesempatan dimana saya hadir, seperti dalam acara kedukaan, saya teringat kepada pernyataan Raja Salomo :" Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.... Segala sesuatu yang di jumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi." Pengkotbah 7:2 ; 9:10. Jadi hidup yang optimis justru ketika Tuhan berdaulat dalam kehidupan kita. Kenapa? Karena kedaulatan Tuhan membawa kita untuk berusaha semaksimal mungkin dalam menjalani kehidupan ini. Entah dalam pekerjaan, karir, rumah tangga, studi atau usaha kita. Hidup ini harus diisi penuh dengan hal-hal bermutu. Jika Tuhan berdaulat dalam hidup kita, maka kita tahu secara pasti apa yang akan kita terima dalam h
idup ini.

icon54.jpgicon77.jpgicon74.png


Yang kedua adalah, hal-hal yang Tuhan lakukan akan berujung kepada keindahan. " Ia membuat segala sesuatu indah pada waktu-nya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka..." Pengkhotbah 3:11
Hmm indah bukan ? Kadang kita suka bertanya mengapa hal ini harus terjadi dalam hidupku? Kesukaran, tekanan, oposisi atau apa saja yang tidak enak dalam hidup ini. Jawaban yang terbaik, Tuhan punya hal yang indah dibalik semua yang kita alami. Bagaimana bisa ya? Lanjutan dari kalimat dalam Pengkhotbah 3:11 itu yaitu: "... Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." Waktu kita mulai bertanya..mengapa?, itu menunjukkan ketidak tahuan kita akan hasil akhir dari situasi yang kita alami. Kita resah dengan penantian, suasana hati kita penuh tanda tanya dan ingin segera lepas dari himpitan ini. Tapi kemana kita harus mengadu, kemana kita harus menumpahkan isi hati kita? Semakin hari semakin saya menyadari betapa rapuhnya manusia. Dengan segala pencapaian yang dia bisa raih, manusia pada hakekatnya adalah sosok yang butuh di topang, perlu di perhatikan serta di semangati oleh pribadi yang jauh lebih kuat dan kokoh. Memang disekeliling kita ada orang-orang yang mau menolong kita, tapi selalu ADA TUHAN yang siap menolong dan menopang kita 24/7, yang bekerja secara diam-diam dan kita memang tidak bisa memahami pekerjaan-Nya dari awal sampai akhir. Tapi ingat hasil akhir dari pekerjaan Tuhan adalah keindahan.

Saudara, mungkin anda hari ini belum melihat hal indah dari situasi yang anda alami, tapi ketika anda mulai membiarkan kedaulatan Tuhan menguasai hidup anda, ada secercah terang mulai kelihatan di tunnel chaos yang anda sedang jalani. Tuhan tidak akan membiarkan anda jatuh, tapi Dia menopang anda dalam kebenaran-Nya yang berkuasa dan tidak berubah. Bisakah anda memahami pekerjaan Tuhan? Anda bisa menjawab secara pribadi kepada Tuhan.


Tuhan icon60.gifMemberkati Saudara sekalian…

No comments:

Post a Comment