Monday, October 5, 2009

Dapatkah Tuhan Menolong Saya ???

Bertanya adalah bagian dari hidup. Setiap kita memiliki pertanyaan yang sering kita ajukan atau juga kita simpan untuk diri sendiri. Saya telah belajar bahwa mengajukan suatu pertanyaan yang tepat akan membawa kita kepada pemahaman yang tepat. Disamping itu pertanyaan yang berani jika diajukan dengan bijak akan membuka konsep pemikiran kita.

Dalam perjalanan kita bergaul dengan Tuhan sering kita mengajukan pertanyaan. Dari pertanyaan yang kita ajukan banyak hal yang semestinya bisa kita belajar dan menjadi kekuatan dalam hidup ini.

Dari pengalaman saya menjadi pendeta memang ada banyak pertanyaan yang sering orang ajukan kepada saya dan 3 pertanyaan dibawah ini merupakan bagian pertama dari tulisan ini.

1. Apakah dosa saya bisa terampuni, walau sangat kotor dan bejat?

Masalah dosa yang kotor dan bejat adalah ukuran yang kita buat, bagi Tuhan semua dosa adalah sama yaitu dosa. Dosa berarti kita meleset dari sasaran. Sasaran apa? Sasaran dari ketetapan Tuhan dalam bahasa sederhananya. Banyak orang meragukan bahwa Tuhan bisa mengampuni dosa. Satu kali saya bicara dengan seorang penjaga toko baju dan saya bilang saya orang yang ke gereja lantas penjaga toko ini memberi komentar, saya tidak bisa ke gereja karena terlalu berdosa. Dia ragu apakah Tuhan bisa mengampuni dosanya. Dalam Mazmur 103:3 dikatakan " Dia yang mengampuni segala kesalahanmu..." Tuhan bukan saja mengampuni kesalahan kita dalam bentuk berapa besarnya tapi perhatikan kata " segala kesalahanmu". Bagaimana bisa? Bisa karena Yesus sudah menanggungnya di salib. Kalau Yesus tidak datang kedalam dunia ini dan mati tersalib lalu bangkit dari kematian, kita akan terus penasaran mencari jawaban atas bisa atau tidaknya dosa kita diampuni. Entah dosa itu besar, warnanya sudah sangat hitam atau apa saja yang bisa mendeskripsikannya, semua bisa diampuni oleh Tuhan. Hanya diperlukan dari kita sebuah kepercayaan.

2. Apakah Dia sanggup menyembuhkan penyakit saya?

Pertanyaan ini sangat mengganggu kita jika kita lagi ditimpa penyakit. Kita cenderung patah semangat jika usaha kita berobat, konsultasi dengan dokter mulai berkurang chance untuk sembuhnya. Selama kita sehat dan yakin obat-obat bisa menjadi saluran bagi kesembuhan kita, kita tidak akan pernah mempermasalahkan Tuhan bisa sembuhkan penyakit saya atau tidak. Saya sering ke dokter, mempunyai teman dokter, dalam jemaat ada dokter tapi apa semua itu mengkontradiksikan firman Tuhan? Yang mengatakan ; " ...yang menyembuhkan segala penyakitmu." Mazmur 103:3. Rasanya tidak. Ketika ayat ini ditulis ilmu kedokteran belum secanggih sekarang. Jika penulis mazmur ini hidup saya percaya tulisannya berlaku bukan untuk jamannya dia saja tapi berlaku juga untuk kita. Kenapa ? karena Firman Tuhan itu tidak berubah. Apa yang dialami penulis mazmur ini dalam kesembuhan penyakitnya, kitapun bisa mengalaminya. Saya juga percaya penulis mazmur ini tidak iseng memasukkan kalimat diatas supaya yang membacanya senang dan mendapat penghiburan, tapi ada pesan yang kuat yang mengatakan Tuhan berkuasa atas segala sesuatu. Termasuk penyakit kita. Petrus mengatakan " ... Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh."( 1Petrus 2:24 ).

3. Apakah Dia sanggup mengangkat hidup saya yang terpuruk ini?

Dalam Mazmur 103:4 ditulis" Dia yang menebus hidupmu dari lubang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat." Kesanggupan Tuhan dalam menolong kita sungguh luar biasa. Dalam kalimat diatas dikatakan hidup kita ditebus dari lubang kubur. Bisa anda bayangkan kehidupan apa yang ada dalam kubur. Mungkin hari ini anda sedang mengalami situasi seperti dalam lobang kubur. Sudah tertimbun dengan tanah permasalahan yang tebal. Mungkin usaha anda lagi sangat terpuruk, sudah sampai pada bagian yang paling dalam dan habis. Apa way out-nya? Mungkin cash flow anda sudah mendekati atau berada dalam minus bahkan sudah triple minus. Apa way out-nya? Mungkin pekerjaan anda sudah buntu, menjemukan dan tidak punya sesuatu yang bisa anda bilang ini merupakan kehidupan, mati. Apa way out-nya? Mungkin plan yang selama ini anda pikirkan dan arahkan seluruh energi sudah jadi gelap, tidak apa pengharapan. Apa way out-nya?

Mazmur 103 itu menjawab dengan manis : " Dia yang menebus engkau..." artinya Tuhan yang berinisiatif, bertindak memberikan pertolongan. Menebus berarti kita dibeli kembali. Kehidupan yang terpuruk dari kita Dia tukar dengan memberikan hal yang baru. Dan bukan hanya itu saja, kalimat selanjutnya mengatakan: " ..., yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat." Mazmur 103:4. Perhatikan kata " memahkotai ", bisa dibayangkan perubahan yang sangat luar biasa dari keterpurukan ( dalam lubang kubur ) kepada hidup yang dimana kita dimahkotai dengan sesuatu yang dahsyat. Kalimat kasih setia dan rahmat berindikasi pada kesediaan Tuhan untuk berada di samping anda dalam segala situasi yang anda akan alami dan jalani. Dia mengangkat hidup kita. Halleluyah.

Dapatkah Tuhan menolong saya? Secara pasti Dia bisa dan sanggup untuk menolong anda. Apapun yang menjadi permintaan anda. Datang kepada Dia dan yakinkan diri anda akan kebesaranNya dan relakan Dia membentuk hidup anda menjadi pribadi yang merefleksikan kebesaran dan keajaibanNya.


4. Sanggupkah Dia memberikan masa depan yang baik kepada saya?
Dalam berbagai kesempatan saya melihat ada banyak orang terjebak dengan situasi masa kini. Tidak dapat disangkal banyak masalah hari ini yang perlu kita selesaikan, tapi kita harus ingat juga ada masa depan yang menanti kita. Banyak orang juga karena ingin tahu akan masa depannya rela membuang banyak uang untuk bertanya kepada peramal, dukun atau orang pintar. Tuhan justru sangat ingin memberitahukan kepada kita tentang masa depan kita. Didalam alkitab banyak janji Tuhan yang mengindikasikan akan adanya masa depan terbaik yang disediakan Tuhan buat kita. Perhatikan ayat ini : " Sebab Aku ini mengetahui apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." Yeremia 29:11.

Dua hal menarik dari ayat ini kita bisa belajar: pertama, dan ini harus kita selalu ingat bahwa " DIA TAHU APA YANG DISIAPKAN BUAT KITA ." Tuhan itu lebih hebat dari peramal, dukun atau perbintangan. Tuhan melihat jauh kedepan, kita hanya melihat sebatas pandangan mata kita. Kita berjalan pada hari ini, Tuhan berjalan dari waktu lalu, didalam masa kini dan ke masa yang akan datang. Dia yang menguasai waktu dan waktu tidak bisa menguasai Dia. Kita diikat oleh waktu, Tuhan tidak terikat oleh waktu. Dia bergerak dimana saja yang Dia mau. Jika Dia tahu apa yang disiapkan buat kita, harusnya hidup yang kita jalani adalah hidup yang penuh vitalitas dan dinamika yang positif. Kedua, yang Dia siapkan buat kita adalah yang membawa hidup kita kedalam hidup yang bermutu. Artinya selalu yang terbaik. Perhatikan kata " rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan." Waktu ayat ini ditulis, bangsa Israel tengah diperhadapkan dengan situasi yang sulit, mereka harus masuk kedalam pembuangan, terjajah. Situasi masa depan mereka runyam. Tapi Tuhan ingatkan kepada mereka, bahwa yang mereka lihat hari ini kusam tapi Dia melihat jauh kedepan dan hal itu berbeda. Dengarkan perkataan Mazmur 103:5 ini: " Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali." Dengan kata lain sanggupkah Dia memberikan masa depan yang baik ? saudara bisa menjawabnya.

5. Apakah Tuhan masih mau memperhatikan dan mencurahkan kasihnya kepada manusia, ditengah realita yang nyata-nyatanya menolak akan keberadaan Tuhan?
Coba kita perhatikan kalimat dari Mazmur 103:8-14: " Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit diatas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian diajauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita...Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu."

Kadang saya berpikir bahwa banyak orang tidak paham betapa baik dan mengertinya Tuhan itu kepada kita. Saya juga berpikir apa untungnya kita manusia mau sombong dan menolak keberadaan Tuhan dalam hidup ini. Manusia sering mengejek akan Tuhan, mencampakan Tuhan bahkan berusaha menolak mati-matian adanya Tuhan yang berkuasa atas hidup ini. Tapi perhatikan kalimat ini " Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu." Dia ingat dan menyadari keterbatasan manusia. Tuhan melihat dan mengetahui banyak yang menolak Dia. Penolakan manusia kepada Tuhan membuktikan di satu sisi keterbatasan manusia yang tidak paham akan kebaikan dan pengertian Tuhan, di sisi lain membuktikan kekuatan dan otoritas Tuhan dalam hidup manusia yang tidak terbatas. Jika Tuhan dapat dimengerti dengan pikiran kita yang terbatas maka Dia bukan Tuhan. Otak kita yang terbatas tidak akan pernah bisa mengerti kebesaran dan kehebatan Tuhan, tapi alkitab menjelaskan dalam Roma 1:20 " Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih."

Dengan kata lain apakah Dia tetap memperhatikan dan mau mencurahkan kasih-Nya kepada manusia? Jawabannya Ya, selama manusia masih bernafas dan menghirup udara ini, Tuhan masih memberikan manusia kesempatan untuk membangun relasi dengan Dia. Dia tahu kita hanya debu saja yang sebentar ada dan sebentar akan lenyap. Bagi kita hanya satu hal yang kita perlu lakukan yaitu menjadikan Dia sebagai penguasa tunggal dalam hidup ini dengan cara mengundang-Nya masuk dan bertahta dalam hidup ini. Lakukan dalam doa pribadi anda. Mengenai dosa, kesalahan masa lalu atau apa saja yang anda anggap sebuah kekeliruan yang tidak bisa terselesaikan " sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggarankita. Seperti bapa sayang kepada anak-anak-Nya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia." Mazmur 103:12-13.

Saudara, dari pertanyaan-pertanyaan yang sering saya terima dan diajukan kepada saya seperti yang anda baca diatas, saya berharap dan berdoa, tulisan ini bisa menjawab keragu-raguan anda dan memberikan pengharapan yang baik dalam hidup ini.

Tuhan memberkati!

No comments:

Post a Comment